Friday, March 12, 2021

Metabolisme Sekunder (Biokimia)

 

         Dalam kehidupan sehari-hari, tumbuhan memiliki pertahanan yang melindungi tumbuhan tersebut dari pemangsa yang mengacam kehidupan tumbuhan tersebut. Banyak sistem pertahanan yang dimiliki oleh suatu tumbuhan,baik menggunakan sistem mekanis maupun menggunakan zat kimia. Zat kimia yang menjadi salah satu pertahanan yang dimiliki tumbuhan adalah metabolit sekunder. Metabolit sekunder merupakan hasil metabolisme yang dikeluarkan tanaman. Senyawa metabolit sekunder ini dihasilkan oleh tumbuhan.

Metabolisme sekunder adalah senyawa metabolityang tidak esensial bagi pertumbuhan organisme dan ditemukan dalam bentuk yang unik atau berbeda- beda antara spesies yang satu dan lainnya. Setiap organisme biasanyamenghasilkan senyawa metabolit sekunder yang berbeda-beda, bahkanmungkin satu jenis senyawa metabolit sekunder hanya ditemukan pada satu spesies dalam suatu kingdom. Senyawa ini juga tidak selalu dihasilkan, tetapi hanya pada saat dibutuhkan saja atau pada fase-fase tertentu.

Fungsi metabolit sekunder adalah untuk mempertahankan diri darikondisi lingkungan yang kurang menguntungkan, misalnya untuk mengatasi hama dan penyakit, menarik  polinator,dan sebagai molekul sinyal. Singkatnya, metabolit sekunder digunakan organisme untuk berinteraksi dengan lingkungannya. Dari hal ini, maka dibuat makalah mengenai metabolism tanaman untuk memperdalam pengetahuan mengenai metabolism tersebut.

Metabolisme merupakan modifikasi senyawa kimia secara biokimia di dalam organisme dan sel. Metabolisme mencakup sintesis (anabolisme) dan penguraian (katabolisme) molekul organik kompleks. Metabolisme biasanya terdiri atas tahapan-tahapan yang melibatkan enzim, yang dikenal pula sebagai jalur metabolisme. Metabolit sekunder  merupakan senyawa metabolit yang tidak esensial bagi pertumbuhan organisme dan ditemukan dalam bentuk yang unik atau berbeda-beda antara spesies yang satu dan lainnya. Metabolit sekunder adalah berbagai macam reaksi yang produknya tidak secara langsung terlibat dalam pertumbuhan normal.  Metabolisme adalah segala proses resksi kimia yang terjadi di dalam mahluk hidup  mulai mulai dari mahluk bersel satu yang sangat sederhana seperti bakteri, protozoa, jamur, tumbuhan, hewan, sampai kepada manusia, mahluk yang susunan tubuhnya sangat kompleks. Di dalam proses ini mahluk hidup mendapat, mengubah, dan memakai senyawa kimia dari sekitarnya untuk mempertahankan kelangsungan hidupnya.(Wirahadikusumah M. 1985)

   Beberapa Karakteristik Metabolism Sekunder, Antara Lain:

  Cenderung dihasilkan pada akhir fase pertumbuhan pada media batch culture atau

  pada pertumbuhan yang substratnya dibatasi pada media continuous culture.

  Diproduksi dari bahan metabolit intermediet tetapi dengan bantuan enzim-enzim khusus yang dikode oleh gen tertentu.

  Tidak bersifat esensial untuk pertumbuhan atau metabolisme normal.

  Spesifik untuk genus, spesies bahkan strain tertentu.

      Klasifikasi Senyawa Metabolisme Sekunder

Senyawa metabolit sekunder diklasifikasikan menjadi 3 kelompok utama,yaitu:

1. Terpenoid (Sebagian besar senyawa terpenoid mengandung karbon danhidrogen serta disintesis melalui jalur metabolismeasam mevalonat).Contohnya monoterpena, seskuiterepena, diterpena, triterpena, dan polimer terpena.

2. Fenolik (Senyawa ini terbuat dari gula sederhana dan memiliki cincin benzena,  hidrogen,danoksigendalam struktur kimianya). Contohnya asam fenolat, kumarina, lignin, flavonoid, dan tanin.

3.Senyawa yang mengandung nitrogen. Contohnya alkaloid dan glukosinolat.

A.Golongan Fenolat/Fenol

Senyawa golongan fenol adalah golongan senyawa dengan struktur aromatik dengan mengandung gugus OH pada rantai aromatik. Jadi pada fenolgugus OH langsung terikat pada inti benzene.

B.Golongan Flafonoid

Flavonoid adalah senyawa polifenol yang banyak terdapat di alam. Flavonoid merupakan golongan senyawa bahan alam dari senyawa fenolik yang banyak merupakan sebagai pigmen tumbuhan. Flavonoid terdapat pada grup-grup dari unsur-unsur polifenol yang terdapat pada kebanyakantumbuhan, biji, kulit buah atau kulit, kulit kayu, dan bunga. Sejumlah besar tumbuhan obat mengandung flavonoid.

C.Golongan Saponin

Saponin adalah suatu glikosida yang mungkin ada pada banyak macamtanaman. Saponin ada pada seluruh tanaman dengan konsentrasi tinggi pada bagian-bagian tertentu, dan dipengaruhi oleh varietas tanaman dan tahap pertumbuhan. Fungsi dalam tumbuh-tumbuhan tidak diketahui, mungkin sebagai bentuk penyimpanan karbohit metabolisme tumbuh-tumbuhan.

Kemungkinan lain adalah sebagai pelindung terhadap serangan serangga. Sifat-sifat saponin adalah sebagai berikut:

1.Mempunyai rasa pahit

2.Dalam larutan air membentuk busa yang stabil

3.Menghemolisa eritrosit

4.racun kuat untuk ikan dan amfibi

5.Membentuk persenyawaan dengan kolestrol dan hidroksisteroid lainnya

6.Sulit untuk dimurnikan dan diidentifikasi

7.Berat molekul relatif tinggi, dan analisis hanya menghasilkan formulaempiris yang mendekati.

D.Golongan Minyak Atsiri

Minyak atsiri, atau dikenal juga sebagai minyak eterik (aetheric oil ),minyak esensial (essential oil ), minyak terbang (volatile oil ), serta minyak aromatik ( aromatic oil  ), adalah kelompok besar minyak nabatiyang berwujudcairan kental pada suhu ruang namun mudah menguap sehingga memberikanaroma yang khas. Minyak atsiri merupakan bahan dasar dari wangi-wangian atau minyak gosok (untuk pengobatan) alami. Di dalam perdagangan, hasil sulingan(destilasi) minyak atsiri dikenal sebagai bibit minyak wangi.

Para ahli biologi menganggap minyak atsiri sebagai metabolit sekunder   yang biasanya berperan sebagai alat pertahanan diri agar tidak dimakan oleh hewan(hama) ataupun sebagai agensia untuk bersaing dengan tumbuhanlain (lihatalelopati) dalam mempertahankan ruang hidup.

 

 

E.Golongan Steroid

Steroid terdiri atas beberapa kelompok senyawa dan penegelompokan ini didasarkan pada efek fisiologis yang diberikan oleh masing-masing senyawa.Kelompok-kelompok itu adalah sterol, asam- asam empedu, hormon seks,hormon adrenokortikoid, aglikon kardiak dan sapogenin.

F.Golongan Alkoloid

Alkaloid adalah suatu golongan senyawa organik yang terbanyak ditemukan dialam. Hampir seluruh senyawa alkaloida berasal dari tumbuh-tumbuhan dan tersebar luas dalam berbagai jenis tumbuhan. Semua alkaloida mengandung paling sedikit satu atom nitrogen yang biasanya bersifat basa dandalam sebagian besar atom nitrogen ini merupakan bagian dari cincinheterosiklik.Hampir semua alkaloida yang ditemukan dialam mempunyai keaktifan biologis tertentu, ada yang sangat beracun tetapi ada pula yang sangat bergunadalam pengobatan. Misalnya kuinin, morfin dan stiknin adalah alkaloida yangterkenal dan mempunyai efek sifiologis dan psikologis. Alakaloida dapatditemukan dalam berbagai bagian tumbuhan seperti biji, daun, ranting dan kulit batang. Alakloida umumnya ditemukan dalam kadar yang kecil dan harusdipisahkan dari campuran senyawa yang rumit yang berasal dari jaringantumbuhan.Alkaloida tidak mempunyai tatanam sistematik, oleh karena itu, suatualkaloida dinyatakan dengan nama trivial, misalnya kuinin, morfin dan stiknin.Hampir semua nama trivial ini berakhiran –in yang mencirikan alkaloida.Beberapa contoh senyawa alkaloida

G.Golongan Tanin

Tanin merupakan suatu substansi yang banyak dan tersebar, sehinggasering ditemukan dalam tanaman. Tanin diketahui mempunyai beberapakhasiat, yaitu sebagai astringen, anti diare, anti bakteri dan antioksidan. Istilahtanin sendiri berasal dari bahasa Perancis, yaitu “tanning”. Pada mulanyasenyawa tannin lebih dikenal sebagai “tanning substance” dalam proses penyamakan kulit hewan untuk dibuat sebagai kerajinan tangan. Pada umumnya tanin merupakan senyawa polifenol yang memiliki beratmolekul (BM) yang cukup tinggi (lebih dari 1000) dan dapat membentuk kompleks dengan protein. Berdasarkan strukturnya, tanin diklasifikasikanmenjadi dua kelas yaitu tanin terhidrolisis dan tanin terkondensasi.

1.Tanin Terhidrolisis

Tanin terhidrolisis biasanya berikatan dengan karbohidrat yang dapatmembentuk jembatan oksigen, sehingga dapat dihidrolisis denganmenggunakan asam sulfat atau asam klorida. Gallotanin merupakan salahsatu contoh tanin terhidrolisis, di mana gallotanin ini merupakan senyawa berupa gabungan dari karbohidrat dan asam galat.

2.Tanin Terkondensasi

Tanin terkondensasi biasanya tidak dapat dihidrolisis, melainkan terkondensasi di mana menghasilkan asam klorida.

Klasifikasi Tanin berdasarkan warna dari garam ferri (FeCl) dapat digolongkan menjadi dua, yaitu:

a)      .Katekol Berwarna hijau dengan 2 gugus fenol. Misalnya : Flobatanin danPirokatekol. Memiliki sifat-sifat sebagai berikut :

Apabila dipanaskan akan menghasilkan katekol

Apabila didihkan dengan HCl akan menghasilkan flobapin yang berwarna merah.

Apabila ditambahkan FeCl3 akan berwarna hijau.

Apabila ditambahkan larutan Br akan terbentuk endapan.Contoh Katekol : Asam kirotamat (pada kina) dan asam katekotanat (padagambir).

b)      Pirogalatanin (pirogalol) Berwarna biru dengan FeCl3 dengan 3 gugus fenol. Memiliki sifat-sifat sebagai berikut:

Apabila dipanaskan akan terurai menjadi pirogalol.

Apabila dididihkan dengan HCl akan dihasilkan Asam gallat dan Asamellag.

Apabila ditambahkan dengan FeCl3akan berwarna biru.

Apabila ditambahkan brom tidak akan terbentuk endapan.Contoh Pirogalatanin : Gallotanin (pada gallae) dan Ellagitanin (pada Granati cortex)

Sifat-sifat Tanin

Untuk membedakan tanin dengan senyawa metabolit sekunder lainnya,dapat dilihat dari sifat-sifat dari tanin itu sendiri. Sifat-sifat tanin, antara lain

1.Sifat Fisika.Sifat fisika dari tanin adalah sebagai berikut :

Apabila dilarutkan ke dalam air, tanin akan membentuk koloid dan akanmemiliki rasa asam dan sepat.

Apabila dicampur dengan alkaloid dan glatin, maka akan terbentuk endapan.

Tanin tidak dapat mengkristal.

Tanin dapat mengendapkan protein dari larutannya dan bersenyawadengan protein tersebut sehingga tidak dipengaruhi oleh enzim protiolitik.

2.Sifat Kimia Sifat kimia dari tanin adalah sebagai berikut :

Tanin merupakan senyawa kompleks yang memiliki bentuk campuran polifenol yang Sulit untuk dipisahkan sehingga sulit membetuk kristal.Tanin dapat diidentifikasi dengan menggunakan kromotografi Senyawa

H.Golongan Kumarin

Kumarin merupakan senyawaatsiriyang terbentuk terutama dari turunanglukosanonatsiri saat penuaan atau pelukaan. Hal ini penting terutama adatumbuhanalfalfadansemanggimanis di mana kumarin menyebabkan timbulnya aroma yang khas sesaat setelah kedua tumbuhan itu dibabat. Para peneliti telah mengembangkan aglur semanggi tertentu yang mengandungsedikit kumarin dan strain lainnya yang mengandung kumarin dalam bentuk terikat. Semua galur itu secara ekonomi sangat penting karena kumarin bebasdapat berubah menjadi produk yang beracun, dikumarol, jika semanggi rusak selama penyimpanan. Dikumaroladalah senyawa antipenggumpalan yang menyebabkan penyakit semanggi manis (penyakit perdarahan) pada hewanruminansia(pemamah biak seperti sapi) yang memakan tumbuhan yangmengandung dikumarol.Kumarin merupakan metabolit turunan sikimat yang terbentuk ketikafenil alanin dideaminasi dan dihiroksilasi menjadi asam trans-hidroksisinamat.Ikatan rangkap asam ini segera dikonversi menjadi bentuk cis melaluiisomerisasi yang dikatalisasi oleh cahaya, menghasilkan pembentukan senyawayang mempunyai gugus fenol dan asam yang berdekatan. Gugus-gugus inikemudian bereaksi secara intramolekuler untuk membentuk lakton dan intikumarin basa, dicirikan oleh senyawa kumarin itu sendiri, berperan dalam memberikan aroma jerami yang segar. Kebanyakan senyawa kumarindioksigenasi pada posisi C, yang dihasilkan dari hidroksilasi para asam sinamatuntuk membentuk asam kumarat, namun sebelumnya mengalami hidroksilasiorto, isomerisasi dan pembentukan lakton.Penyebaran kumarin terbatas didunia tanaman dan pernah digunakanuntuk menggolongkan tanaman menurut keberadaan senyawa ini(kemotaksonomi). Kumarin umumnya ditemukan pada family Apiaceae,Rutaceae, Asperaceae, dan Fabaceae.Beberapa kumarin merupakan senyawa fitoaleksin dan disintesis secarade novo oleh tanaman setelah diinfeksi oleh bakteri atau fungi.

Fungsi Masing-Masing Metabolit Sekunder

Senyawa-senyawa kimia hasil metabolit sekunder tumbuhan diantaranya adalah:

1.    Alkaloid 

Adalah sebuah golongan senyawan basa bernitrogen yang kebanyakan heterosiklik dan terdapat di tumbuhan. Alkaloid biasanya diklasifikasikan menurut kesamaan sumber asal molekulnya (precursors),didasari dengan metabolisme pathway (metabolic pathway) yang dipakai untuk membentuk molekul itu. Alkaloid bersifat detoksifikasi, bekerja menetralkan racun dalam tubuh.

 

2.      Saponin

Adalah jenis glikosida yang banyak ditemukan dalam tumbuhan. Saponin memiliki karakteristik berupa buih. Sehingga ketika direaksikan dengan air dan dikocok maka akan terbentuk buih yang dapat bertahan lama. Saponin mudah larut dalam air dan tidak larut dalam eter. Saponin memiliki rasa pahit dan menyebabkan bersin serta iritasi pada selaput lendir. Jika digunakan dengan benar saponin dapat bermanfaat sebagai sumber anti bakteri dan anti virus, meningkatkan sistem kekebalan tubuh, meningkatkan vitalitas, mengurangi kadar gula dalam darah, dan mengurangi penggumpalan darah.

3.      Flavonoid

Adalah suatu kelompok senyawa fenol yang terbesar yang ditemukan di alam. Senyawa-senyawa ini merupakan zat warna merah, ungu, dan biru. Dan sebagai zat warna kuning yang ditemukan dalam tumbuh-tumbuhan. Flavonoid berfungsi untuk melancarkan peredaran darah ke seluruh tubuh dan mencegah terjadinya penyumbatan pada pembuluh darah, mengurangi kandungan kolesterol serta mengurangi penumbunan lemak pada dinding pembuluh darah, mengurangi kadar risiko penyakit jantung koroner, mengandung antiinflamasi (antiradang), berfungsi sebagai anti-oksidan, membantu mengurangi rasa sakit jika terjadi pendarahan atau pembengkakan.

Pada tanaman kedelai terkandung suatu senyawa yang merupakan senyawa metabolit sekunder, yaitu senyawa isoflavon atau flavonoid. Kandungan isoflavon pada kedelai berkisar 2–4 mg/g kedelai. Senyawa isoflavon ini pada umumnya berupa senyawa kompleks atau konjugasi dengan senyawa gula melalui ikatan glukosida. Jenis senyawa isoflavon ini terutama adalah genistin, daidzin, dan glisitin. Bentuk senyawa demikian ini mempunyai aktivitas fisiologis kecil.

Senyawa ini terdistribusi secara luas pada bagian-bagian tanaman, baik pada akar, batang, daun, maupun buah, sehingga senyawa ini secara tidak disadari juga terikut dalam menu makanan sehari-hari. Bahkan, karena sedemikian luas distribusinya dalam tanaman maka dikatakan bahwa hampir tidak normal apabila suatu menu makanan tanpa mengandung senyawa flavonoida/isoflavon ini. Hal tersebut menunjukkan bahwa senyawa flavonoida tidak membahayakan bagi tubuh dan bahkan sebaliknya dapat memberikan manfaat pada kesehatan.

Selama proses pengolahan, baik melalui proses fermentasi maupun proses non-fermentasi, senyawa isoflavon dapat mengalami transformasi, terutama melalui proses hidrolisa sehingga dapat diperoleh senyawa isoflavon bebas yang disebut aglikon yang lebih tinggi aktivitasnya. Senyawa aglikon tersebut adalah genistein, glisitein, dan daidzein.

Bentuk-bentuk produk olahan makanan tersebut sekaligus merupakan sumber isoflavon potensial untuk menunjang kesehatan tubuh kita. Berdasarkan hal tersebut maka mengkonsumsi kedelai dalam bentuk produk olahan terfermentasi lebih dianjurkan.

4.      Polifenol

Adalah kelompok zat kimia yang ditemukan pada tumbuhan. Zat ini memiliki tanda khas yakni memiliki banyak gugus fenol dalam molekulnya. Polifenol berperan dalam memberi warna pada suatu tumbuhan seperti warna daun saat musim gugur. Pada beberapa penelitian disebutkan bahwa kelompok polifenol memiliki peran sebagai antioksidan yang baik untuk kesehatan. Antioksidan polifenol dapat mengurangi risiko penyakit jantung dan pembuluh darah serta kanker. Terdapat penelitian yang menyimpulkan polifenol dapat mengurangi 

  Beberapa Fungsi Metabolit Sekunder Yaitu Sebagai Berikut :

1.  Proteksi terhadap serangan mikroba

2.  Proteksi terhadap serangan/gangguan herbivora

3.  Proteksi terhadap gangguan lingkungan

4. Agen alelopati, menghambat pertumbuhan tanaman di sekitarnya (kompetisi)

5.  Menarik serangga pollinator dan hewan herbivora untuk membantu penyebaran biji seperti pigmen, minyak wangi dan biji seringkali terlindungi oleh adanya toksin.


1 comment: