Friday, March 19, 2021

Teknik Budidaya Kacang Tanah

 


Menurut (Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP), 2010), teknik budidaya kacang tanah diantaranya adalah:

1    Pemilihan Benih

Dalam memilih benih (varietas), sebaiknya memperhatikan hal-hal sebagai berikut:

a.    Gunakan varietas unggul yang mempunyai potensi hasil tinggi, ukuran biji seragam, sehat dan jelas asal usulnya.

b.    Pemilihan varietas sebaiknya memperhatikan kesesuaian lingkungan, ketahanan terhadap hama/penyakit dan kebutuhan pasar.

2    Penyiapan Lahan

a.    Tanah dibajak 2 kali sedalam 15-20 cm lalu digaru dan diratakan, dibersihkan dari sisa tanaman dan gulma, dibuat bedengan selebar 3-4 m.

b.    Antar bedengan dibuat saluran drainase sedalam 30 cm dan lebar 20 cm.

c.    Jika tanah sudah gembur, tidak perlu diolah sempurna, cukup dilakukan penyemprotan herbisida untuk membersihkan gulma kemudian dilakukan pengolahan tanah minimal sepanjang barisan/alur yang akan ditanami.

3    Cara Tanam

a.    Buat lubang tanam dengan tugal sedalam 3 cm dengan jarak tanam 40x20 cm.

b.    Masukkan benih ke dalam lubang tanam, 1 biji per lubang, tutup dengan tanah atau pupuk kandang.

4    Pemupukan

a.    Pemupukan dilakukan dengan menggunakan pupuk Urea 50 kg/ha, SP36 100 kg/ha, KCl 50 kg/ha

b.    Pupuk diberikan pada umur 10-15 HST dengan cara disebar dalam larikan antara barisan, atau ditugal disamping tanaman.

5    Pengapuran

a.    Pengapuran dilakukan pada tanah dengan pH rendah dengan menggunakan kapur dolomit sebanyak 400 kg/ha.

b.    Kapur dolomit diberikan pada umur 10-15 HST dengan cara disebar dalam larikan.

6    Penyiangan dan Pembubunan

a.    Penyiangan pertama dilakukan saat tanaman berumur 3 minggu setelah tanam (selambat-lambatnya sebelum tanaman berbunga).

b.    Bersamaan dengan penyiangan pertama dapat dilakukan pembubunan

c.    Penyiangan kedua (jika diperlukan) dilakukan setelah tanaman memasuki fase pembentukan polong (6 minggu setelah tanam)

7    Pengendalian Hama dan Penyakit

a.    Pengendalian dilakukan dengan cara Pengendalian Hama Terpadu (PHT)

b.    Hama utama kacang tanah antara lain wereng kacang tanah, penggerek daun, ulat jengkal, ulat grayak. Hama tersebut dapat dikendalikan dengan insektisida endosulfan, klorfirifos, monokrotofos, metamidofos, diazion, dan basudin.

c.    Penyakit utama kacang tanah antara lain: layu bakteri, bercak daun, penyakit karat.

d.    Pengendalian juga dapat dilakukan dengan menanam varietas tahan atau menggunakan fungisida benomil, klorotalonil.

8    Pengairan

Pengairan dilakukan pada periode kritis tanaman, yaitu pada periode pertumbuhan awal (umur hingga 15 hari), awal berbunga (umur 25 hari), pembentukan dan pengisian polong (umur 50 hari), dan pemasakan (umur 75 hari).

9    Panen dan Pascapanen

a.    Umur panen tergantung varietas dan musim tanam.

b.    Tanda-tanda tanaman siap panen: kulit polong mengeras, berserat, bagian dalam berwarna coklat, jika ditekan polong mudah pecah.

c.    Jika polong telah penuh harus segera dipanen, karena bila terlambat biji dapat tumbuh di lapangan.

d.    Setelah panen biji segera dirontokkan, dikeringkan hingga kadar air 12% yang ditandai oleh mudah terkelupasnya kulit ari.

No comments:

Post a Comment